Kamis, 10 Maret 2016

Banyak Berbuat Dosa..? Inilah Tips Agar Mendapat Ampunan-Nya

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَاكَانَ مِنْكَ وَلاَ أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّماَءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ، يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطاَياَ ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكْ بِي شَيْئاً لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

[رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح ]

Terjemah Hadits :

Dari Anas Radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Allah Ta’ala berfirman: “Wahai anak Adam, sesungguhnya Engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan aku ampuni engkau, Aku tidak peduli (berapapun banyaknya dan besarnya dosamu). Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan di langit kemudian engkau minta ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni engkau. Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepadaku dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemuiku dengan tidak menyekutukan Aku sedikitpun maka akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan “

(Riwayat Turmuzi dan dia berkata : haditsnya hasan shahih).

1. Kedudukan Hadits
Hadits ini merupakan salah satu hadits yang sangat tinggi kedudukannya. Di dalamnya menjelaskan tentang Tips dan kiat bagi kita yang sering berbuat dosa dan kesalahan agar mendapatkan Ampunan dan peleburan dosa oleh Dzat yang Maha Mengasih, Allah taala.
Dan juga menjelaskan tentang kemuliaan Tauhid yang merupakan sumber kebahagiaan di dunia dan di akherat.

2. Faidah faidah Hadits
Di antara faidah faidah yang dapat diambil dari hadis di atas di antaranya :

   A. Dalam hadits ini terdapat 3 sebab terbesar agar seseorang mendapatkan Ampunan dari Allah, yaitu :
   Pertama : Berdoa dengan penuh pengharapan
        Telah kita ketahui bersama doa merupakan senjata seorang mu'min, oleh karena itu seorang mu'min harus benar benar menggunakan "senjatanya" untuk memohon kepada Allah agar diampuni dosa dan kesalahan yang telah diperbuat. Allah berfirman :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu". QS Ghofir: 60
         Beberapa adab yang hendaknya kita perhatikan ketika kita mengangkat tangan memohon kepada Allah :
a. Menghadirkan hati dalam berdoa dan berharap dengan sangat dan memelas agar Allah berkenan mengabulkan doanya.
Rasulullah menjelaskan :
ادْعوا الله وأنتم مُوقنون بالإِجابة، واعْلموا أنَّ الله لا يَستجيب دعاءً من قلبٍ غافل لاه
"berdoalah kepada Allah dengan penuh keyakinan Bahwa Allah pasti mengabulkan doamu, ketahuilah Allah tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai".
b. Tidak menuntut agar doa nya segera dikabulkan. Tetapi hendaknya terus menerus berdoa. Karena doa yang terus menerus merupakan tanda akan diijabahi oleh Allah.
c. Tidak berdoa dengan : Ya Allah, ampunilah aku jika engkau berkehendak. Tetapi benar benar memohon agar Allah mengampuni.

Bersambung
Bagian kedua dan ketiga dari sebab terbesar diampuninya dosa.

Senin, 07 Maret 2016

Ketika Anak Berdusta, bagaimana solusinya..?

Rintangan dan problematika pendidikan anak usia dini sebelum tamyiiz

MUKADDIMAH

A. Rintangan dan problematikan dalam pendidikan adalah sebuah keniscayaan
B. Rintangan ada yang berasal dari anak dan ada yg berasal dari orang tua.
C. Rintangan atau masalah yg berasal dari anak jangan dilihat dari sisi negatif saja. Tapi lihat rintangan sebagai sisi positif yg bisa dikembangkan dan diluruskan.
Contoh problematika anak adalah

1. BERDUSTA

A. KENAPA ANAK BISA DUSTA
- anak ingin mewujudkan keinginan dia atau ingin menyembunyikan dampak perbuatan, namun karena belum matang pemikiran dia, akhirnya pilih cara dusta.
- anak dianggap dusta terkadang karena ketidakmampuan dia dalam memahami perkara atau peristiwa secara tuntas
- terkadang anak kurang hafal rentang waktu sebuah peristiwa, akhirnya tercampur baginya antara yg sudah terjadi dengan yang sedang terjadi. Bahkan terkadang dalam mimpi yang dia alami dia anggap sebagai kenyataan.
- anak kecil bisa dusta karena belum bisa menalar bahwa dusta itu buruk.

B. SIKAP ORANG TUA SAAT ANAK "DUSTA"
- orang tua memahami bahwa tidak semua yg disampaikan anak itu pasti benar. Artinya anggapan anak kecil itu tidak kenal dusta adalah hal yg salah.
- jika anak terkesan berdusta, hendaknya orang tua melihat indikasi-indikasi lain, anak tersbut dusta atau jujur
- ketika jelas anak itu dusta maka ortu harus melakukan hal berikut ini :
1. Menjelaskan keburukan dusta
2. Dusta bukan akhlak anak yg terdidik
3. Allah dan rasul tidak mencintai pendusta
4. Orang tua juga tidak suka pendusta
5. Menceritakan kisah ringkas tentang dampak buruk dusta
6. Mengajak anak istighfar
7. Mengajak anak untuk berjanji tdk dusta lagi
8. Mengajak untuk jujur
9. Membeitahu bahwa allah dan rasul mencinta org jujur
10. Memberi penghargaan saat anak jujur

C. YANG TIDAK BOLEH DILAKUKAN SAAT ORANG TUA TAHU ANAK ITU DUSTA
1. Tidak menakuti nakuti secara berlebih
2. Tidak menghukum dengan hukuman yang menyakiti. Hukuman berat justru mendorong anak untuk terus berdusta
3. Tidak mencela anak setiap saat atas kedustaannya

D. CATATAN PENTING
Kedustaan anak terkadang tidak sengaja, namun karena dia tidak memahami permasalahan yang ada.

E. DISKUSI (SAAT ANAK TERBIASA DUSTA)
1. Mencari penyebab anak Berdusta
2. Jika penyebabnya adalah orang tua yang salah didik, seperti terlalu keras, maka hendaknya orang tua merubah metode tarbiyah dia
3. Jika sebabnya datang dari anak, maka perlu dilatih untuk jujur atau dialihkan ke hal yg positif.
4. Sering menyampaikan keburukan dusta dengan cerita atau lainnya
5. Tidak membiarkan kedustaan, artinya memberi hukuman yg sesuai umurnya
6. Menciptakan lingkungan jujur.

Ringkasan Mudzakaroh Ilmiyah tentang Tarbiyah Anak
Bersama ustadz. Kholid Syamhudi, Lc