Sabtu, 19 November 2011

Amar Ma'ruf Nahi Mungkar


Imam Sufyan Ats Tsauri berkata : “Jika engkau mengajak kepada perbuatan ma’ruf, itu akan membuat kokoh pijakan kum muslimin, dan jika engkau mencegah perbuatan munkar, maka engkau telah membuat jengkel, celaka kaum munafikin”.

Sahabat Ali juga berkata : “Pertama kali yang dituntut dari perkara jihad yaitu jihad dengan menggunakan tangan, kemudian menggunakan lisan-lisan kalian, lalu jihad dengan menggunakan hati-hati kalian. Jika hati itu sudah tidak mengetahui perkara ma’ruf dan juga tidak mengingkari kemungkaran, maka akan menjadi terbalik, yang atas akan menjadi di bawah”.

Abu Darda berkata pula : “Sungguh ajaklah kepada perbuatan ma’ruf dan cegahlah dari perkara munkar, jika tidak kalian kerjakan, Allah akan menghukum kalian dengan  dikuasai pemimpin dzolim yang tidak memuliakan orang tua di antara kalian dan tidak mengasihi anak-anak kalian.”

Sahabat Hudzaifah bin Yaman pernah ditanya tentang Mayat hidup, maka beliau menjawab : “Yaitu seorang yang tidak mengingkari kemungkaran dengan tangannya, tidak pula dengan lisannya, begitu juga dengan hatinya tidak mengkari kemunkaran”.

Adapun Ibnu Mas’ud menerangkan tentang mayat hidup beliau berkata : “Yaitu seorang yang tidak mengetahui perkara ma’ruf dan tidak juga mengingkari kemungkaran.”

Ismail bin Umar bertutur : “Barangsiapa yang meninggalkan perkara amar ma’ruf nahi mungkar karena takut kepada mahluk, maka akan dicabut kewibawaan dari darinya”.

Zuhud di Dunia

ازْهَدْ فِي الدُّنْيَا يُحِبُّكَ اللهُ، وَازْهَدْ فِيْمَا عِنْدَ النَّاسِ يُحِبُّكَ النَّاسُ

Zuhudlah terhadap dunia maka engkau akan dicintai Allah dan zuhudlah terhadap apa yang ada pada manusia maka engkau akan dicintai manusia. (Hadits hasan riwayat Ibnu Majah dan lainnya dengan sanad hasan).

Ali berkata : “Barangsiapa yang berlaku zuhud di dunia, maka akan terasa ringan musibah-musibah yang menimpa dirinya”.

Hasan Al Bashri berkata : “Zuhud di dunia akan menjadikan hati dan badan beristirahat”.

Ia juga berkata : “Barangsiapa yang cinta terhadap dunia dan mengaguminya, niscaya kecintaan kepada negeri akherat akan lenyap dari hatinya”.

Jundub bin Abdillah berkata : “Cinta dunia merupakan pokok dari segala perbuatan dosa”.

Sahabat Ibnu Mas’ud berkata : “Barangsiapa yang menginginkan Akherat ia akan mengorbankan dunianya, dan barangsiapa yang orientasi hidupnya adalah dunia maka dia akan mengorbankan Akheratnya. Wahai manusia, korbankanlah yang akan binasa untuk mendapatkan yang kekal selama-lamanya.”

Masih dari beliau, ia berkata : “Kalian lebih panjang sholatnya, dan lebih banyak kesungguhannya daripada Sahabat Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam, akan tetapi mereka lebih utama dari pada kalian.” Maka beliau ditanya, Apa sebabnya ? Beliaupun menjawab : “Adalah mereka lebih zuhud terhadap dunia dan sangat rakus dalam urusan akherat dari pada kalian”.

Ibnul Qoyim menuturkan : “Aku mendengar Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata : “Zuhud adalah meninggalkan hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan urusan akherat, adapun sikap wara’ adalah meninggalkan perkara yang ditakutkan bisa menganggu urusan akherat.”

Jumat, 18 November 2011

Jihad Terbesar


وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Ankabut : 69)

Imam Ibnu Qoyyim berkata, menafsirkan ayat ini : “Allah mengkorelasikan (mengaitkan) antara Hidayah dengan Jihad. Manusia yang paling sempurna Hidayahnya adalah manusia yang paling besar jihadnya. Dan Jihad yang paling wajib yaitu Jihad melawan diri sendiri, jihad melawan hawa nafsu, jihad menghadapi Syaithon, dan jihad menghadapi fitnah Dunia”.

Shodaqoh Tanpa Harta Benda

Ibnu Rojab Al Hanbali berkata : “Shodaqoh tanpa menggunakan harta itu ada 2 macam : 

Pertama : Menyampaikan kebaikan kepada para Makhluk, itulah shodaqoh yang ia berikan kepada mereka.
Terkadang shodaqoh seperti ini lebih utama daripada shodaqoh menggunakan harta. Contohnya ini seperti Amar Ma’ruf nahi munkar, yaitu berdakwah menuju ketaatan kepada Allah, mencegah kemaksiatan, dan hal ini lebih afdhol ketimbang shodaqoh dengan harta.
Begitu juga mempelajari ilmu yang bermanfaat, membaca Alquran, menyingkirkan gangguan yang ada di jalan, bekerja untuk memberikan kemanfaatan kepada manusia dan menghilangkan gangguan dari mereka.

Kedua : Shodaqoh yang ia kerjakan sebatas untuk kemaslahatan dirinya sendiri. Seperti berbagai macam Dzikir, baik itu berupa takbir, tahmid, tahlil dan Istighfar”.

Cuma Sedikit Tetapi Dicintai Allah

Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda :

(( أَحَبُّ الْأعْمالِ إِلىَ اللهِ أَدْوَمُها وَإنْ قَلّ ))
“Amalan-amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang terus-menerus walaupun Cuma sedikit”. (HR. Bukhori)

Berkata Imam Nawawi : “Amalan yang sedikit tetapi kontinyu/berkesinambungan itu lebih baik daripada amalan yang kuantitasnya banyak tetapi terputus-putus/tidak terus  menerus. Karena dengan berkesinambungannya amalan yang sedikit akan tercipta ketaatan, dzikir (mengingat) Allah, muroqobah (merasa diawasi), niat dan keikhlasan yang terus menerus dan pasrah menerima kepada Allah. Dan juga amalan yang sedikit tetapi terus menerus maka akan mendapatkan pahala yang berlipat-lipat lebih banyak dari pada amalan banyak tetapi tidak terus menerus”.